Teknik Geofisika Unsyiah

Sambut Mahasiswa Baru, HIMA-TG kembali menggelar DAMAI

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG) Universitas Syiah Kuala kembali melaksanakan Dakwah Mahasiswa Islam (DAMAI) 2017. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3 Maret  2018 di Balee Keurukon Fakultas Teknik Unsyiah merupakan kegiatan tahunan HIMA-TG dalam menyambut mahasiswa baru Teknik Geofisika Unsyiah.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG), Saidina Gamal Abdel Nasser tujuan dari kegiatan ini adalah para mahasiswa baru harus lebih mengenal pengetahuan Islam tidak hanya pengetahuan kegeofisikaan. Selain itu kegiatan ini menjadi ajang sharing dan diskusi maupun silaturahmi antar leting.

Kegiatan yang dimulai dengan pembacaan Surah Yasin ini dibuka langsung oleh Koordinator Bidang Kemahasiswaan Program Studi Teknik Geofisika Unsyiah, Dian Darisma, S.Si, M.T.  ”Program seperti ini sangat bagus. Diluar program ini, kalian juga harus ikut majelis-majelis ilmu lainnya. Karena pada akhirnya, kelak diakhirat ilmu-ilmu agamalah yang akan diminta” ungkap Dian Darisma, S.Si, M.T dalam sambutannya.

Kegiatan DAMAI kali ini diisi dengan tausyiah oleh Ustdaz Dr.Suhrawardi Ilyas,S.Si,M.Sc. Dalam tausyiahnya ia mengatakan bahwa sains dan tauhid itu tidak dapat dipisahkan. Karena agama itu merupakan sains. Melalui agama kita bisa berpikir bahwa banyak sekali hal-hal yang belum kita ketahui, sehingga pada akhirnya kita bisa menemukan-menemukan hal-hal baru. Penemuan-penemuan yang ada saat ini sebenarnya sudah dijelaskan terlebih dahulu melalui Al-Quran jauh sebelum penemuan itu ditemukan.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan lomba cerdas cermat, sharing seputar kegiatan perkuliahan, pengalaman organisasi, maupun tips dan trik selama berkuliah di Teknik Geofisika Unsyiah. (iwd)

 

Seluruh Prodi telah terakreditasi, Jurusan Teknik Kebumian Unsyiah adakan syukuran

Jurusan Teknik Kebumian Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang terdiri dari program studi Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi  menggelar syukuran atas akreditasi BAN PT yang baru  saja didapat oleh ketiga program studi tersebut. Acara yang diselenggrakan pada 24 februari 2018 di Gedung Baru Fakultas Teknik dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Hizir Sofyan, Dekan Fakultas Teknik Dr.Taufiq Saidi, M.Eng, dosen, staff, mahasiswa dan alumni ketiga program tersebut, serta tamu undangan lainnya.

Program studi Teknik Geofisika berhasil meraih akreditasi dengan nilai A, Teknik Pertambangan dengan nilai B, dan Teknik Geologi dengan nilai C. Teknik Geofisika Unsyiah juga menjadi program studi Geofisika ke empat yang mendapatkan nilai A di Indonesia, setelah Geofisika Universitas Gadjah Mada, Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung , dan Teknik Geofisika Universitas Lampung.

Ketua jurusan Teknik Kebumian sekaligus merangkap sebagai Koordinator Prodi Teknik Geofisika, Marwan,M.T menyampaikan rasa syukurnya atas akreditasi yang didapatkan oleh ketiga program studi. Terutama sekali kepada Teknik Geofisika yang berhasil mendapatkan akreditasi tertinggi.

  ”Khusus untuk Teknik Geofisika, ini sebuah kesuksesan, ini menjadi satu-satunya program studi yang berhasil melakukan lompatan akreditasi, dari C menjadi A di Unsyiah. Teknik Geologi ini cobaan, mohon bersabar semoga geologi juga dapat melompat mengikuti Abangnya. Teknik Pertambangan semoga kedepannya juga bisa A” ungkap Dr.Hizir dalam sambutannya. Selain itu ia juga berpesan kepada mahasiswa bahwa ada 3 hal yang didapatkan selama kuliah. Pertama, kemampuan bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris. Kedua, kemampuan komputasi, programming, dan IT. Dan yang ketiga adalah kemampuan berorganisasi, yang akan menjadi modal setelah lulus nanti.

Lompatan akreditasi Teknik Geofisika dari C menjadi A merupakan sejarah baru di kampus Jantong Hatee Rakyat  Aceh, pasalnya belum ada program studi di Unsyiah yang menyamai pencapain tersebut. Pencapaian Teknik Geofisika tersebut berhasil menyamai pencapaian akreditasi Universitas Syiah Kuala yang juga berhasil melakukan lompatan akreditasi C menjadi A pada tahun 2015 yang lalu.

 Acara ditutup dengan makan siang bersama dengan seluruh civitas, mahasiswa, alumni, dan tamu undangan,  dengan sajian utama makanan khas Aceh Kuah Beulangong. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara civitas, mahasiswa maupun alumini di lingkup Teknik Kebumian maupun Unsyiah. (iwd)

   

Sambangi RIAB, HIMA-TG laksanakan Seminar Kebencanaan

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG)  Universitas Syiah Kuala mengadakan seminar dan simulasi kebencanaan dalam balutan kegiatan Geophysics Standby Disaster (Geoster) di Aula MAS Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) pada Sabtu,  25 November 2017. Kegiatan yang mengusung tema ”Kuat di Tanah Rentan” merupakan wujud kepedulian HIMA-TG Unsyiah kepada siswa-siswa tingkat menengah mengenai pendidikan kebencanan.

”Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya kami lakukan Tahun lalu kami adakan di MAN MODEL, tahun ini kita adakan di RIAB. Kebetulan saya juga alumni RIAB” tutur M.Aidil Rizki dalam kata sambutannya selaku Ketua HIMA-TG Unsyiah yang diikuti dengan tepuk tangan dari para peserta.

Pemateri ini diisi oleh Dr.Didik Sugiyanto,S.Si,M.T dari Teknik Geofisika Unsyiah serta Capt.Supriyadi A.md dan Dedi Wahyudi,Spd dari BASARNAS.

Dalam materinya, Dr.Didik Sugiyanto,S.Si ,M.T menyampaikan bahwa wilayah Aceh ini merupakan daerah yang rawan gempa dan tsunami, karena Aceh terletak di kawasan patahan. Sebelum gempa dan 2004 yang lalu, Aceh sudah mengalami tsunami.  Hal ini dibuktikan dengan adanya istilah ”ie beuna” dalam masyarakat Aceh dan ”Smong” dalam masyarakat Simeuleu. Kedua istilah tersebut merujuk kepada Tsunami. Namun karena siklus tsunami Aceh memiliki rentang waktu ratusan tahun, banyak masyarakat lupa, sehingga ketika tanda-tanda tsunami muncul banyak yang tidak menyelamatkan diri secepatnya. Inilah yang menyebabkan banyak sekali korban jiwa.

Capt.Supriyadi ,Amd dalam materinya menyampaikn bahwa dalam setiap keluarga perlu dibuat kesepakatan titik kumpul ketika bencana. Banyak kejadian orang tua mencari anak maupun anak mencari orang tua malah mengakibatkan kemacetan dijalan, sehingga ketika bencana datang banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa P3K, senter, radio, makanan dan air harus dimiliki oleh setiap rumah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi menghadapi gempa yang diikuti oleh siswa-siswi MAS RIAB dan dipimpin oleh Dedi Wahyudi, S.Pd.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta,pemberian plakat kepada pemateri dan MAS RIAB oleh  HIMA-TG dan juga pemberian buku oleh BASARNAS. (iwd)

 

HIMA-TG Unsyiah adakan Olimpiade Geosains

Olimpiade Geosians tingkat SMA/MA se Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar berhasil dilaksanakan dengan sukses oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG) Unsyiah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Oktober 2017 bertempat di Ruang Kaca, Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Kegiatan kali ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai SMA dan MA di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurut ketua panitia, Rizki Novelia, kegiatan ini sangat baik dalam menunjang minat bakat siswa siswa SMA dalam bidang geosains. Jadi tidak saja mengenai ilmu bumi saja tapi juga melalui pendekatan-pendekatan ilmu lainnya, seperti fisika dan matematika.

Adapun juara pertama diraih oleh Said M.Iqbal dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, juara dua diraih oleh Salsabila Thahirah dari SMA TNA Fatih Putri, dan juara ketiga diraih oleh M.Fathurizqullah dari SMAS Fatih Billingual School. (iwd)