Teknik Geofisika Unsyiah

HIMA-TG USK Kembali Adakan Get 2022, Panitia Adakan Konsep Baru Pengenalan Geologi Regional Sebelum Pengukuran

Geophysics Engginering Tour (GET) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMATG) Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Keprofesian dari HIMATG berupa aplikasi langsung metode-metode geofisika dalam eksplorasi geofisika. Aceh Besar kembali dipilih menjadi daerah pengukuran, tepatnya di Kuta Cot Glie pada tangal 5 sampai 13 Agustus 2022 lalu. Hal ini tentunya berhubungan dengan kosep baru panitia yakni adanya pengenalan lebih dahulu mengenai geologi regional sebelum dilaksanakannya pengukuran serta tema GET tahun ini, yakni Investigasi Surface dan Subsurface dengan Metode Geologi dan Geofisika. 

Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah:

  1. Memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai prinsip dasar, cara kerja, persiapan survei, akuisi, dan pegolahan data metode geofisika dalam mengungkap kondisi/struktur bawah permukaan. 
  2. Memberikan wawasan kepada seluruh peserta mengenai kegunaan/kepekaan setiap metode geofisika terhadap objek-objek/struktur yang berbeda
  3. Melatih peserta dalam menghadapi lapangan yang sebenarnya.
  4. Melatih peserta dalam memanajemen kerja tim.

Konsep baru get dengan Geologi Konsep GET terdiri dari dua rangkaian kegiatan, yaitu sebelum (Pra) kegiatan lapangan dan saat kegiatan berlangsung. Kegiatan dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi beberapa tim. Pra-GET merupakan kegiatan yang berisi pembekalan materi berupa geologi dan metode-metode geofisika yang akan digunakan. Pembekalan geologi ditujukan agar peserta memahami kondisi geologi regional daerah penelitian sebagai dasar dalam menginterpretasikan penampang geofisika yang dihasilkan. 

Pembekalan dilakukan oleh laboran dan dosen, baik dari Teknik Geofisika maupun Teknik Geologi. Terdapat pula pembekalan K3 yang diberikan KSR PMI. Pada saat di lapangan sudah terbentuk akan bekerja secara berkelompok untuk melalukan survei geologi, pengukuran, pengolahan hingga interetasi data menggunakan metode-metode geofisika seperti metode seismik refraksi, metode geolistrik, resistivitas, metode gravitasi, metode magnetik, dan metode CMD. Setelah proses pengolahan dan interpretasi data selesai setiap tim akan membuat laporan hasil penelitian dalam bentuk PPT dan makalah yang kemudian akan dipresentasikan. 

Roufiq selaku ketua acara GET 2022 tahun ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini berjalan cukup lancar. 

“Kegiatan kuliah lapangan berjalan cukup lancar mulai dari pembukaan yang dilaksanakan di USK hingga penutupan yang dilaksanakan di lokasi penelitian. Terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi oleh panitia, baik sebelum maupun ketika acara berlangsung. Kondisi lapangan dengan topografi perbukitan yang cukup curam dan vegetasi yang jarang menjadikan peserta maupun panitia baik dalam divisi asisten, medis, konsumsi, dan dokumentasi kesulitan menjangkau lokasi titik pengukuran. Meskipun demikian, panitia tetap berusaha agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. Tentunya konsep daripada kegiatan yang telah direncanakan ini memiliki pertimbangan yang sangat matang, melalui diskusi dengan berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik”jelasnya.

Maulidia Nur salah satu peserta GET 2022 mengaku bahwa kegitan ini sangat penting bagi mahasiwa Teknik Geofisika, “GET ini menurut Maudi sangat penting dan bener-bener berguna ya, karena seperti kami angkatan 2020 ini kan kemarin kebanyakan online ya belajarnya, jadi dengan adanya kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk kami belajar langsung mengenai metode-metode geofiska. Gimana cara gunain alat yang baik dan bener, gimana cara kita mengamati geologi daerah sekitar pengukuran dan bagaimana cara kita melakukan akuisi data serta mengolah data pengukuran langsung.” Ujarnya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Roni Hadiwijaya.  Menurutnya kegiatan get ini memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi lapangan seorang geofisika, “Ya GET ini kan kita bener-bener di lapangan kan, ya meskipun belum seperti dunia pekerjaan sesungguhnya, tetapi setidaknya banyak yang dapat dipelajari dari GET ini. Bagaimana cara kita untuk bekerja sama dalam tim, bagaimana kita menjaga kondisi alat, menjaga kestabilan kondisi tubuh, serta bagaimana cara kita memecahkan masalah-masalah di lapangan yang tidak di ajarkan di dalam kelas, gitu,” tambahnya. 

Berikut dokumentasi selama kegiatan:

soon