Teknik Geofisika Unsyiah

WELL LOG HIMATG USK, Lead Yourself Lead the World

HIMATG USK adakan Workshop Education and Leadership of Geophysics Engineering (WELL LOG) pada tanggal 3 September 2022 di Gedung RBFT Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala (USK). Sesuai dengan tema yakni Lead yourself, lead the world (pimpin dirimu sendiri, pimpin dunia), kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa/i Program Studi Teknik Geofisika (PSTG) USK secara bertahap agar memiliki jiwa pemimpin dan berorganisasi khususnya dalam lingkup organisasi kemahasiswaan USK, melatih agar dapat berpikir kritis dan menyelesaikan permasalahan pada setiap situasi dan kondisi, serta melatih mahasiswa/i dalam berdiplomasi dan berbicara depan umum (public speaking).

Adapun pemateri pada kegiatan ini diantaranya ; Saidinal Gamal Abdel Naseer, S.T. (Alumni Teknik Geofisika Angkatan 2015), Rahmad Fauzi, S.T. (Alumni Teknik Geofisika Angkatan 2013), serta Zamna Fauzan (Mahasiswa Teknik Geofisika 2019).

Khairun Nazli selaku ketua panitia WELL LOG 2022 berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa/i Aktif Teknik Geofisika USK

“Harapan saya melalui kegiatan ini mahasiswa aktif Prodi Teknik Geofisika USK mengetahui/mengenal lebih dekat alumni-alumninya begitupun sebaliknya, mengenal/mengetahui peran alumni terhadap mahasiswa aktif, serta pengalaman alumni baik di bidang akademik dan non akademik sehingga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa/i Teknik Geofisika USK dalam menggali potensi diri, berpikir kritis, dan berkreasi di bidangnya masing-masing” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Yaumil Farah Alyssa, menurutnya jiwa kepemimpinan adalah hal penting yang harus segera dibentuk.

“Yaa, menurut Yaumil kegiatan WELL LOG ini bagus dan penting. Kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, yang dapat kita lakukan sekarang adalah menggali potensi diri, mengembangkan cara kita berpikir dalam menyelesaikan masalah bagaimanapun kondisi dan waktunya, Yaa artinya belajar memanajemen berbagai hal, dan itu semua kita mulai dari diri sendiri, memimpin diri kita sendiri, Cukup sederhana tapi cukup sulit jika tidak dilatih.” Ungkap Mahasiswi Teknik Geofisika Angkatan 2020 tersebut.

 

HIMA-TG USK Kembali Adakan Get 2022, Panitia Adakan Konsep Baru Pengenalan Geologi Regional Sebelum Pengukuran

Geophysics Engginering Tour (GET) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMATG) Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Keprofesian dari HIMATG berupa aplikasi langsung metode-metode geofisika dalam eksplorasi geofisika. Aceh Besar kembali dipilih menjadi daerah pengukuran, tepatnya di Kuta Cot Glie pada tangal 5 sampai 13 Agustus 2022 lalu. Hal ini tentunya berhubungan dengan kosep baru panitia yakni adanya pengenalan lebih dahulu mengenai geologi regional sebelum dilaksanakannya pengukuran serta tema GET tahun ini, yakni Investigasi Surface dan Subsurface dengan Metode Geologi dan Geofisika. 

Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah:

  1. Memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai prinsip dasar, cara kerja, persiapan survei, akuisi, dan pegolahan data metode geofisika dalam mengungkap kondisi/struktur bawah permukaan. 
  2. Memberikan wawasan kepada seluruh peserta mengenai kegunaan/kepekaan setiap metode geofisika terhadap objek-objek/struktur yang berbeda
  3. Melatih peserta dalam menghadapi lapangan yang sebenarnya.
  4. Melatih peserta dalam memanajemen kerja tim.

Konsep baru get dengan Geologi Konsep GET terdiri dari dua rangkaian kegiatan, yaitu sebelum (Pra) kegiatan lapangan dan saat kegiatan berlangsung. Kegiatan dilaksanakan dengan membagi peserta menjadi beberapa tim. Pra-GET merupakan kegiatan yang berisi pembekalan materi berupa geologi dan metode-metode geofisika yang akan digunakan. Pembekalan geologi ditujukan agar peserta memahami kondisi geologi regional daerah penelitian sebagai dasar dalam menginterpretasikan penampang geofisika yang dihasilkan. 

Pembekalan dilakukan oleh laboran dan dosen, baik dari Teknik Geofisika maupun Teknik Geologi. Terdapat pula pembekalan K3 yang diberikan KSR PMI. Pada saat di lapangan sudah terbentuk akan bekerja secara berkelompok untuk melalukan survei geologi, pengukuran, pengolahan hingga interetasi data menggunakan metode-metode geofisika seperti metode seismik refraksi, metode geolistrik, resistivitas, metode gravitasi, metode magnetik, dan metode CMD. Setelah proses pengolahan dan interpretasi data selesai setiap tim akan membuat laporan hasil penelitian dalam bentuk PPT dan makalah yang kemudian akan dipresentasikan. 

Roufiq selaku ketua acara GET 2022 tahun ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini berjalan cukup lancar. 

“Kegiatan kuliah lapangan berjalan cukup lancar mulai dari pembukaan yang dilaksanakan di USK hingga penutupan yang dilaksanakan di lokasi penelitian. Terdapat pula beberapa kendala yang dihadapi oleh panitia, baik sebelum maupun ketika acara berlangsung. Kondisi lapangan dengan topografi perbukitan yang cukup curam dan vegetasi yang jarang menjadikan peserta maupun panitia baik dalam divisi asisten, medis, konsumsi, dan dokumentasi kesulitan menjangkau lokasi titik pengukuran. Meskipun demikian, panitia tetap berusaha agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. Tentunya konsep daripada kegiatan yang telah direncanakan ini memiliki pertimbangan yang sangat matang, melalui diskusi dengan berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik”jelasnya.

Maulidia Nur salah satu peserta GET 2022 mengaku bahwa kegitan ini sangat penting bagi mahasiwa Teknik Geofisika, “GET ini menurut Maudi sangat penting dan bener-bener berguna ya, karena seperti kami angkatan 2020 ini kan kemarin kebanyakan online ya belajarnya, jadi dengan adanya kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk kami belajar langsung mengenai metode-metode geofiska. Gimana cara gunain alat yang baik dan bener, gimana cara kita mengamati geologi daerah sekitar pengukuran dan bagaimana cara kita melakukan akuisi data serta mengolah data pengukuran langsung.” Ujarnya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Roni Hadiwijaya.  Menurutnya kegiatan get ini memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi lapangan seorang geofisika, “Ya GET ini kan kita bener-bener di lapangan kan, ya meskipun belum seperti dunia pekerjaan sesungguhnya, tetapi setidaknya banyak yang dapat dipelajari dari GET ini. Bagaimana cara kita untuk bekerja sama dalam tim, bagaimana kita menjaga kondisi alat, menjaga kestabilan kondisi tubuh, serta bagaimana cara kita memecahkan masalah-masalah di lapangan yang tidak di ajarkan di dalam kelas, gitu,” tambahnya. 

Berikut dokumentasi selama kegiatan:

soon

USK dan Unsam Melakukan Riset Bersama: Kajian Pengaruh Sedimen Tsunami terhadap Tanaman Kebun

Bencana Alam Tsunami yang sempat mengguncang Aceh 18 tahun lalu ternyata masih meninggalkan bekas dan fenomena alam hingga saat ini. Banyak dampak tersendiri dari kejadian Tsunami bagi wilayah Aceh yang belum terjawab sepenuhnya. Salah satunya dampak terhadap lahan yang terkena endapan air Tsunami sehingga hal ini perlu dikaji secara ilmiah. Sedimen (endapan material tertentu) pada wilayah yang terendam tsunami ternyata memiliki  dampak buruk terhadap tumbuhan-tumbuhan kebun. Banyak kebun masyarakat sekitar wilayah pesisir Aceh Besar dan Banda Aceh  yang sebelumnya tumbuh dengan normal menjadi terganggu bahkan tidak dapat tumbuh lagi setelah Tsunami 2004.

 

Tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan Universitas Samudra Langsa sedang mengkaji efek sedimen tsunami terhadap tanaman kebun di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar (Sumber: Serambinews.com)

 

Hal ini menimbulkan pertanyaan dikalangan ilmuwan, oleh karena itu dibutuhkan studi khusus untuk kasus ini. Tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Samudra (Unsam) dibentuk untuk mencari akar masalah dan melakukan riset bersama mengenai hal tersebut. Tim peneliti ini diketuai Prof Dr Muhammad Syukri, pakar geofisika lingkungan USK. Diperkuat oleh Zul Fadhli MSc dari Teknik Geofisika USK dan Sabrian Tri Anda dari Prodi Fisika Unsam.Tim peneliti menganalisis parameter fisis pada tanah atau batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas yang disponsori oleh Riset Inovatif Produktif (Rispro) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan tema riset keilmuan.

Kajian ini dilakukan pada lokasi yang berdampak tsunami dan yang tidak berdampak di sekitar pesisir Aceh Besar di kawasan Baitussalam."Ini dilakukan untuk pembanding dan validasi data, lokasi penelitian juga dilakukan di kawasan yang tidak terdampak tsunami, yaitu di daerah Kuta Baro, Blang Bintang, Aceh Besar," kata Ketua Tim Peneliti, Prof Muhammad Syukri, kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (5/8/2022) sore.

Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis yang dilakukan, diketahui tersebut bahwa wilayah yang terdampak tsunami mempunyai nilai konduktivitas tanah yang relatif tinggi yaitu sekitar 2-10 Sm-1 serta kadar keasaman atau kebasaan (pH, potential hydrogen) tanah yang rendah. Hal ini disebabkan oleh sedimen tsunami dari laut yang membawa dan mengendapkan material tertentu dengan nilai salinitas yang tinggi dan memengaruhi konsentrasi larutan dalam pori-pori batuan. Semakin tinggi konsentrasi larutan yang bersifat elektrolit akan menghasilkan konduktivitas yang tinggi pula yang mempengaruhi daya serap air pada tumbuhan. Berbeda dengan wilayah tidak terdampak Tsunami, nilai konduktivitasnya berkisar antara 0.002–0.08 Sm-1.

Selain itu pada daerah terdampak Tsunami mengalami gangguan pertumbuhan pada beberapa jenis tumbuhan yang terdapat  dikebun-kebun masyarakat. Ini terjadi akibat tumbuhan tersebut tidak mampu menyerap air dengan efisien pada lahan tanah yang berdampak Tsunami. Dimana pergerakan air cenderung tertarik kembali ke dalam tanah akibat salinitas konsentrasi larutan yang tinggi. Hal ini menyebabkan penyerapan air atau masuknya air ke suatu zat melalui pori-pori tanah pada benih atau imbibisi (osmosis penyerapan air) menjadi terhambat dan menggangu proses perkecambahan.

Apabila  tekanan osmosis medium tanah tinggi maka nilai konduktivitas listrik tanah akan menjadi tinggi sehingga menyebabkan benih sulit berkecambah. Faktor lainnya juga dipengaruhi oleh racun dari ion-ion penyusun garam pada media dengan konduktivitas tinggi yang menyebabkan benih sulit berkecambah. Parameter lainnya juga berkorelasi dengan konduktivitas listrik seperti pH atau tingkat keasaman. Tanah yang subur biasanya memiliki Ph netral yaitu 6,5 hingga 7 yang menunjukkan ketersediaan zat hara di dalam tanah. Pada kondisi pH netral, maka tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Pada daerah terdampak Tsunami didapatkan nilai pH sekitar 5.0-6.4 yang dikategorikan sebagai daerah asam.Hasil ini menunjukkan bahwa tanah tersebut mengalami gangguan sehingga karakteristik tanah menjadi kurang subur. Hal ini berkaitan erat terhadap kandungan asam-asam organik, yaitu asam humat dan asam fulvat.

Sebaliknya terjadi di daerah tidak terdampak Tsunami, didapatkan kadar pH sekitar 6.5-7.2 yang menunjukan kondisi tanah yang tidak terganggu. Kesimpulan yang dapat diambil dari kasus ini adalah tanah yang terkena dampak Tsunami mengalami perubahan unsur hara yang seharusnya memiliki salinitas dan Ph netral menjadi tinggi dan cenderung asam. Ini diketahui dari hasil pengukuran dan analisis yang dilakukan yang menunjukkan nilai resistivitas tinggi dan kadar pH   yang rendah. Para tim peneliti  menawarkan solusi alternatif yang dapat dilakukan masyarakat seperti memberikan kapur, abu, dan lumpur sungai secara berkala. Tujuannya dalah untuk meningkatkan kembali kadar basa tanah sehingga tidak terlalu asam atau menetralkan kembali pH tanah.

 

Gravity dan Geram 2022 Dilaksanakan Secara Bersamaan

 

 

Dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian antar keluarga besar Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG) kembali gelar kegiatan Geophysics Bhirtday Party (Gravity) pada Minggu, 17 April 2022, di Aula Permata Hati Hotel and Convention Center, Banda Aceh. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Grvity dilaksanakan bersamaan dengan Gema Ramadhan (Geram) yakni mengusung tema “Menguatkan Rasa Solidaritas dalam Memaknai Kebersamaan di Bulan Ramadhan.”

 

Kegiatan Gravity ini ditujukan sebagai bukti rasa syukur atas hari jadi Program Studi Teknik Geofisika (PSTG) di Universitas Syiah Kuala (USK), menjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang harmonis di dalam keluarga besar (PSTG), serta menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap Teknik Geofisika.

 

Adanya penampilan video dokumenter PSTG, sharing serta penyampaian trek record prestasi yang telah di capai alumni melalui Ikatan Alumni Teknik Geofisika (IKTG), tentunya memberikan motivasi kepada para mahasiswa teknik geofisika untuk lebih semangat, aktif, dan kreatif dalam menjalanai masa-masa perkuliahan.

 

Adapun Geram kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari bakti sosial di Panti Asuhan Penyantun Islam Seutui, Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh yang sudah dilaksanakan pada 16 April 2022 kemarin. Melalui rangkaian kegiatan seperti tausiah, sholat magrib berjamaah, dan buka puasa bersama, diharapkan dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. serta meningkatkan ukhuwah baik itu antar mahasiswa, alumni, laboran, pegawai maupun dosen di Teknik Geofisika USK.

 

Usai sholat magrib berjamaah, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng (nasi kuning) dan makan bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Prodi Tenik Geofisika USK, Dr. Muhammad Isa, S.Si. M.Si dan Muhammad Alfaiz selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika 2022, sebelum diakhiri dengan pembacaan doa serta foto bersama.

 

Berikut beberapa dokumentasi selama kegiatan berlangsung: