Sambangi RIAB, HIMA-TG laksanakan Seminar Kebencanaan

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG)  Universitas Syiah Kuala mengadakan seminar dan simulasi kebencanaan dalam balutan kegiatan Geophysics Standby Disaster (Geoster) di Aula MAS Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) pada Sabtu,  25 November 2017. Kegiatan yang mengusung tema ”Kuat di Tanah Rentan” merupakan wujud kepedulian HIMA-TG Unsyiah kepada siswa-siswa tingkat menengah mengenai pendidikan kebencanan.

”Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya kami lakukan Tahun lalu kami adakan di MAN MODEL, tahun ini kita adakan di RIAB. Kebetulan saya juga alumni RIAB” tutur M.Aidil Rizki dalam kata sambutannya selaku Ketua HIMA-TG Unsyiah yang diikuti dengan tepuk tangan dari para peserta.

Pemateri ini diisi oleh Dr.Didik Sugiyanto,S.Si,M.T dari Teknik Geofisika Unsyiah serta Capt.Supriyadi A.md dan Dedi Wahyudi,Spd dari BASARNAS.

Dalam materinya, Dr.Didik Sugiyanto,S.Si ,M.T menyampaikan bahwa wilayah Aceh ini merupakan daerah yang rawan gempa dan tsunami, karena Aceh terletak di kawasan patahan. Sebelum gempa dan 2004 yang lalu, Aceh sudah mengalami tsunami.  Hal ini dibuktikan dengan adanya istilah ”ie beuna” dalam masyarakat Aceh dan ”Smong” dalam masyarakat Simeuleu. Kedua istilah tersebut merujuk kepada Tsunami. Namun karena siklus tsunami Aceh memiliki rentang waktu ratusan tahun, banyak masyarakat lupa, sehingga ketika tanda-tanda tsunami muncul banyak yang tidak menyelamatkan diri secepatnya. Inilah yang menyebabkan banyak sekali korban jiwa.

Capt.Supriyadi ,Amd dalam materinya menyampaikn bahwa dalam setiap keluarga perlu dibuat kesepakatan titik kumpul ketika bencana. Banyak kejadian orang tua mencari anak maupun anak mencari orang tua malah mengakibatkan kemacetan dijalan, sehingga ketika bencana datang banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa P3K, senter, radio, makanan dan air harus dimiliki oleh setiap rumah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi menghadapi gempa yang diikuti oleh siswa-siswi MAS RIAB dan dipimpin oleh Dedi Wahyudi, S.Pd.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta,pemberian plakat kepada pemateri dan MAS RIAB oleh  HIMA-TG dan juga pemberian buku oleh BASARNAS. (iwd)

 

HIMA-TG Unsyiah adakan Olimpiade Geosains

Olimpiade Geosians tingkat SMA/MA se Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar berhasil dilaksanakan dengan sukses oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG) Unsyiah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Oktober 2017 bertempat di Ruang Kaca, Gedung Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Kegiatan kali ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai SMA dan MA di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurut ketua panitia, Rizki Novelia, kegiatan ini sangat baik dalam menunjang minat bakat siswa siswa SMA dalam bidang geosains. Jadi tidak saja mengenai ilmu bumi saja tapi juga melalui pendekatan-pendekatan ilmu lainnya, seperti fisika dan matematika.

Adapun juara pertama diraih oleh Said M.Iqbal dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, juara dua diraih oleh Salsabila Thahirah dari SMA TNA Fatih Putri, dan juara ketiga diraih oleh M.Fathurizqullah dari SMAS Fatih Billingual School. (iwd)

 

 

 

Gema Ramadhan (GERAM) HIMA-TG

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG) Unsyiah kembali mengadakan Gema Ramadhan (GERAM) ketiga yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Juni 2017 di Aula Laboratorium Terpadu Unsyiah. Kegiatan ini diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Arifuddin al Fauzy al Makassary S.Pd.I.

Kegiatan dengan tema ”Bangkit melangkah raih kemenangan di bulan penuh berkah” tidak hanya bertujuan melaksanakan buka puasa bersama, namun juga bertujuan untuk merekatkan tali silaturahmi seluruh mahasiswa Teknik Geofisika. Kegiatan ini juga menjadi ajang perpisahan mahasiswa dan mahasiswi Teknik Geofisika Unsyiah yang akan kembali pulang ke kampong halaman untuk berlebaran dan libur semester. (iwd)

HIMA-TG UNSYIAH gelar Seminar Nasional

Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (HIMA-TG)  Universitas Syiah Kuala menggelar Seminar Nasional dengan tema "Optimizing oil and gas exploration for sustainable energy in Indonesia".  Seminar ini berlangsung pada 6 Oktober 2017, di Gedung Mahkamah Syariah Aceh. Dalam laporannya, ketua panitia M. Fadhil Ayyasy meyampaikan bahwa saat ini industri minyak dan gas sedang menurun,  maka dengan mengikuti kegiatan ini rekan-rekan akan tahu bagaimana mencari sumber-sumber energi baru di Indonesia terutama minyak dan gas.

Acara ini dibuka langsung oleh Dr.Ir.Mirza Irwansyah,MBA.MLA Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. "Harus ada kerjasama antara perusahaan dan mahasiswa, agar mahasiswa kita tidak kalah saing dengan mahasiswa yang lain" ujarnya.

Pemateri dalam seminar ini adalah Presiden Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Rusalinda Raguwanti dan Said Sabbeq (Reservoir Geophyscist di Pertamina UTC).

Dalam materinya Rusalinda mengatakan bahwa turunnya harga gas merupakan sebuah siklus, jadi ada masa dimana harganya turun namun nantinya akan kembali naik. Kita harus mempersiapkan diri untuk beralih ke energi terbarukan,  karena energi fosil punya jangka waktu yang lama kelamaan akan habis. Sebagai seorang Geofisikawan selain kemampuan akademik,  kemampuan non akademik seperti kemampuan komunikasi,  interpersonal,  outdoor skills dan sebagainya merupakan faktor yang sangat penting dalam persaingan dunia kerja terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini.

Pemateri kedua,  Said Sabbeq menyampaikan apa saja metode geofisika dan bagaimana penerapannya di lapangan. Beberapa metode yang dijelaskan adalah Metode Seismik,  Metode Gravity, Metode Nuklir dan Metode Magnetk.

Di akhir acara didakan penggalangan dana oleh MRI (Mayarakat Relawan Indonesia) untuk korban genosida di Rohingya. Selain itu juga diumumkan pemenang Olimpiade Geosains 2017 yang telah diselenggarakan satu hari sebelumnya di Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Juara 1 diraih oleh Said M. Iqbal dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh,  juara 2 Salsabila Thahirah dari SMA TNA Fatih Putri,  dan juara 3 diraih oleh M. Fathurizkullah dari SMAS Fatih Bilingual School. (iwd)