Teknik Geofisika Unsyiah

Draft Pedoman Magang Berbasis MBKM

 

Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa “Perguruan Tinggi wajib memberikan hak belajar tiga semester di luar program studi, mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di program studi, yaitu berupa 1 semester (setara dengan 20 sks) kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama dan 2 semester (setara dengan 40 sks) melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi”.

Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, di antaranya melakukan Magang/Praktik Kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru.

Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa Program magang juga dimaksudkan untuk menerapkan program link & match pada sistem pendidikan tinggi di Indonesia. yang sangat esensial. Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2020).

Dalam rangka memenuhi amanah dari Kemendikbud tersebut, maka Program Studi Teknik Geofisika (PSTG) wajib memfasilitasi dalam pelaksanaan pemenuhan masa dan beban belajar mahasiswa dalam program unggulan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019 yang salah satunya adalah Magang/Praktik Kerja berdasarkan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Magang/Praktik Kerja merupakan penugasan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mengikuti kegiatan suatu pekerjaan sesuai dengan bidang atau mata kuliah   di   lapangan   dan   menulis   laporan   kegiatan   secara   tertulis.   Pada  PSTG,


Magang/Praktik Kerja merupakan mata kuliah wajib yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa PSTG, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan cara mengikuti proses secara langsung pada instansi/lembaga sasaran Magang/Praktik Kerja, dan dibimbing oleh dosen yang ditunjuk oleh jurusan/bagian.

 

Magang/Praktik Kerja berdasarkan Kampus Merdeka dapat dilaksanakan dalam 1– 2 Semester, setara dengan 20 SKS – 40 SKS, yang mempunyai beban kredit 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester, yang dilaksanakan di instansi/lembaga pemerintah atau swasta, pada bidang yang terkait dengan penerapan ilmu Geofisika. Bidang-bidang tersebut tidak dibatasi, sejauh relevan dan sesuai dengan CPL dari Mata Kuliah PSTG dan sesuai minat mahasiswa.

 

Melalui program MBKM yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka diharapkan hard dan soft skills mahasiswa akan terbentuk dengan kuat. Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka juga diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat yang juga sejalan dengan dengan visi misi PSTG.

 

Attachments:
Download this file (Pedoman Magang berbasis MKBK.pdf)Draft pedoman magang berbasis MBKM[ ]614 Kb