Geofisika Teknik dan Lingkungan


https://prosoilgp.files.wordpress.com/2011/08/frontpage.jpg

 

Geofisika Teknik dan Lingkungan merupakan salah satu bidang minat yang banyak diminati oleh mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala. Hal ini terlihat dari banyaknya topik penelitian mahasiswa yang dipilih berkaitan dengan bidang tersebut. Bidang minat ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan mata kuliah Geofisika Teknik dan Lingkungan yang merupakan mata kuliah wajib di semester 6. Kemudian bidang ini juga didukung oleh fasilitas Laboratorium Geofisika Eksplorasi dan Near Surface yang sudah dilengkapi dengan alat-alat geofisika yang berhubungan dengan bidang keteknikan dan lingkungan tersebut.

Geofisika Teknik dan Lingkungan merupakan metode investigasi kondisi bawah permukaan secara non-destruktif dengan mengukur, memproses, menganalisa dan menginterpretasi sifat fisisnya di permukaan. Aplikasi yang digunakan adalah pada bidang keteknikan dan lingkungan. Adapun metode-metode  geofisika yang berkaitan dengan bidang minat ini yaitu metode GPR (Ground Penetrating Radar), metode seismik, metode geolistrik, metode magnetik dan metode gravity.

Aplikasi metode geofisika dalam bidang keteknikan yaitu metode GPR (Ground Penetrating Radar) yang dapat digunakan untuk pemetaan utilitas dibawah permukaan, identifikasi kerusakan pondasi jembatan, keretakan suatu bangunan, dan kebocoran pipa. Kemudian metode seismik dapat digunakan untuk evaluasi kedalaman bedrock, dengan metode geolistrik dapat digunakan untuk evaluasi kedalaman air tanah dan korosivitas tanah, dengan metode gravity dapat digunakan untuk identifikasi patahan, dan dengan metode magnetik dapat  digunakan untuk investigasi karakteristik geologi bawah permukaan dan menemukan void (ruang kosong dibawah permukaan).

Adapun aplikasi metode geofisika dalam bidang lingkungan yaitu metode GPR (Ground Penetrating Radar) yang dapat digunakan untuk identifikasi tangki yang terkubur dan investigasi dari bendungan, waduk, dan kanal. Kemudian metode seismik dapat digunakan untuk menemukan daerah yang sebelumnya pernah digali, dengan metode geolistrik dapat digunakan untuk pemetaan batas landfill (TPA), pemetaan intrusi air laut, dan identifikasi pola aliran geothermal, dan dengan metode magnetik dapat digunakan untuk menemukan benda ferromagnetic yang terkubur.